Beranda Khazanah Kota WABUP MIMIK IDAYANA TEGUR PELAKSANA PROYEK PASAR TAMAN, JANGAN MAIN-MAIN PAKAI APBD
Khazanah Kota

WABUP MIMIK IDAYANA TEGUR PELAKSANA PROYEK PASAR TAMAN, JANGAN MAIN-MAIN PAKAI APBD

uzi 10 September 2026, 21:17 WIB 3 mnt baca 12 dibaca
Wabup Mimik Idayana mengamati hasil pengerjaan proyek pagar di Pasar Taman pada Kamis (10 September 2026). (Foto: Marta/Kominfo Sidoarjo)
Wabup Mimik Idayana mengamati hasil pengerjaan proyek pagar di Pasar Taman pada Kamis (10 September 2026). (Foto: Marta/Kominfo Sidoarjo)
Bagikan:

SUARA SIDOARJO - Benar-benar kecewa. Pengerjaan proyek Pasar Taman membuat geram Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Kamis (10 September 2026), Mimik Idayana geram melihat progres proyek yang jauh dari target. Bahkan, ada pekerjaan yang belum dikerjakan sama sekali.

”Jangan main-main menggunakan anggaran APBD Sidoarjo,” tegasnya.

Dalam sidaknya, Mimik Idayana menemukan sejumlah pekerjaan yang tidak beres. Progresnya jauh dari target. Buktinya, ada pekerjaan yang belum dimulai meski batas waktu penyelesaiannya semakin dekat.

Mimik Idayana mencermati sedikitnya empat titik pekerjaan. Masing-masing pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek pembangunan saluran air. Tidak ada pengerjaan yang benar-benar memuaskan. Tidak sesuai target.

Pekerjaan pembangunan pagar, misalnya. Sampai September ini, target progres disebut berada di kisaran 30 persen. Namun, realisasi pekerjaan di lapangan baru mencapai sekitar 25 persen. Terjadi deviasi sekitar 5 persen

Dua pekerjaan saluran air malah masih berada pada progres 0 persen. Hal serupa juga terlihat pada pekerjaan pavingisasi. Artinya, proyek belum digarap. Mimik Idayana pun mempertanyakan keseriusan kontraktor dalam menyelesaikan proyek yang dibiayai dengan anggaran APBD Kabupaten Sidoarjo itu.

”Di Pasar Taman ini kita menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti,” tegas Mimik Idayana.

Menurut dia, penggunaan anggaran APBD untuk proyek harus dipertanggungjawabkan dengan transparan. Baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu. Mimik Idayana mengingatkan kontraktor pelaksana agar tidak mengerjakan proyek secara sembarangan.

”Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” tandasnya.

Mimik Idayana menyoroti keterlambatan pekerjaan pembangunan pagar. Secara keseluruhan baru digaap sekitar 25 persen. Seharusnya pekerjaan itu Agustus sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar.

”Yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

Selain kontraktor pelaksana, Mimik Idayana juga menegur konsultan pengawasan. Ia mendapat informasi bahwa pihak pengawas telah memberikan teguran tertulis hingga empat kali. Tapi, teguran tersebut dinilai belum mendapat respons yang semestinya.

”Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi,” tegasnya.

Dengan waktu pengerjaan yang tersisa kurang dari 2 bulan, Mimik Idayana meminta semua pihak terkait segera mengejar ketertinggalan. Meski demikian, percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas maupun spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

”Kalau nggak sesuai target, harus diberikan sanksi. Sanksinya harus keras. Saya nggak main-main,” tegasnya.

Mimik Idayana memastikan akan terus memantau perkembangan pekerjaan tersebut. Dia tidak ingin keterlambatan maupun persoalan kualitas kembali terjadi di kawasan Pasar Taman akibat lemahnya pengawasan.

”Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” pungkasnya. (SS)

uzi

uzi

Redaktur / Jurnalis

Berita Terkait

Komentar Warga (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah warga pertama yang memberikan komentar!

Tulis Tanggapan Anda

Opini Anda mencerminkan warga yang cerdas. Komentar spam/SARA akan dimoderasi.