Launching Puslatkab The Golden Generation of Sidoarjo, Sidoarjo Jadi Gudangnya Atlet
Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo mulai memanaskan mesin persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027. Bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi memulai Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) tahap pertama dengan mengusung tema besar The Golden Generation of Sidoarjo. Targetnya tidak sekadar berpartisipasi, tetapi merebut gelar juara umum.
Launching Puslatkab tahap pertama dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2026. Sebanyak 287 atlet dan 86 pelatih dilibatkan dalam program pembinaan awal tersebut. Pada tahap pertama ini, fokus latihan diarahkan pada cabang olahraga (cabor) individu yang memiliki potensi perolehan medali.
Ketua KONI Kabupaten Sidoarjo M. Rafi Wibisono mengatakan, persiapan lebih awal merupakan bentuk keseriusan KONI dalam membangun kekuatan atlet menghadapi Porprov Jatim 2027 yang akan berlangsung di Surabaya. Sejak dilantik pada September lalu, jajaran pengurus KONI telah berkomitmen mempersiapkan seluruh kebutuhan pembinaan agar atlet memiliki waktu lebih panjang untuk meningkatkan kemampuan.
“Setelah dilantik pada September, kami berkomitmen mempersiapkan mesin lebih awal menuju Porprov 2027. Ini bukti bahwa pada Oktober hingga Desember kita sudah melaksanakan Puslatkab tahap pertama,” ujarnya.
Menurut Rafi, pelaksanaan Puslatkab dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama difokuskan pada cabor individu dengan mempertimbangkan potensi dan peluang perolehan medali. Selanjutnya, tahap kedua akan dimulai Januari 2027 dengan melibatkan seluruh cabor, baik individu maupun beregu. Jumlah atlet yang dipersiapkan pada tahap tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang. Sementara tahap ketiga akan menjadi bagian dari pemantapan akhir menjelang pelaksanaan Porprov.
“Untuk mencapai target, tidak ada kemenangan yang instan. Karena itu, kita harus mempersiapkan semuanya sejak awal. Cabor individu kita awali karena merupakan cabor terukur yang potensi perolehan medali emasnya bisa kita petakan,” jelasnya.
Lebih jauh, Rafi menyebut The Golden Generation of Sidoarjo bukan sekadar tema dalam launching Puslatkab. Tema tersebut menjadi gambaran besar arah pembinaan olahraga Sidoarjo. KONI tidak ingin atlet hanya berangkat untuk mengikuti Porprov, tetapi harus memiliki tekad dan kesiapan untuk menjadi juara.
Generasi emas yang dimaksud adalah atlet-atlet pilihan yang dipersiapkan melalui proses panjang, disiplin, dan pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, prestasi besar tidak pernah lahir secara instan. Ada perjuangan, pengorbanan, serta proses panjang yang harus dilewati sebelum seorang atlet mencapai puncak prestasi.
“Emas tidak terbentuk secara instan. Emas ditempa melalui api, dipukul, dan dibentuk. Begitu pula perjalanan kalian. Akan ada keringat, kelelahan, dan waktu yang harus dikorbankan. Semua proses itu yang nantinya akan membuat kalian berkilau dan mengharumkan nama Sidoarjo,” ungkapnya di hadapan para atlet.
Rafi menegaskan, pembinaan atlet akan dilaksanakan berbasis prestasi. Setiap atlet yang menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, dan perkembangan prestasi akan mendapatkan perhatian serta kesempatan untuk memperkuat kontingen Sidoarjo. Pemetaan atlet dilakukan bersama masing-masing pengurus cabor melalui penjaringan internal. Potensi atlet yang berpeluang menyumbangkan medali juga akan terus dipantau dan dievaluasi selama program berlangsung.
KONI juga mendorong atlet mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional sebagai sarana mengukur kemampuan dan kesiapan bertanding. Sebab, persaingan Porprov akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Selain peningkatan kemampuan teknis, KONI berkomitmen memperhatikan kebutuhan dan hak-hak atlet selama menjalani pembinaan. Mulai uang saku, pemenuhan nutrisi, hingga akomodasi akan diupayakan secara optimal agar atlet dapat berkonsentrasi menjalani latihan.
“Pembinaan harus berbasis prestasi. Kita berbicara tentang data dan capaian. Apa yang menjadi hak atlet, mulai uang saku, nutrisi, hingga akomodasi, akan kita upayakan untuk dipenuhi sebaik mungkin. Karena itu, saya minta seluruh atlet menjaga fokus, berproses, dan menjalani latihan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Tidak hanya memikirkan prestasi di arena pertandingan, Rafi juga menaruh perhatian terhadap keberlanjutan karier atlet. Hal tersebut menjadi penting karena ketentuan usia atlet yang dipertandingkan dalam Porprov 2027 maksimal 25 tahun. Pada rentang usia tersebut, sebagian atlet sedang menempuh pendidikan tinggi maupun mulai memasuki dunia kerja.
“Kami akan menyiapkan jenjang karier bagi atlet. Mereka tidak boleh hanya dipersiapkan untuk bertanding, tetapi masa depan setelah menjadi atlet juga harus kita pikirkan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar mereka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan berkarier,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung penuh pembinaan atlet melalui Puslatkab. Ia meminta agar potensi atlet daerah dijaga dengan baik sehingga tidak ada lagi atlet berprestasi asal Sidoarjo yang berpindah untuk membela daerah lain.
“Saya tidak ingin lagi ada atlet Sidoarjo yang pindah ke daerah lain. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana caranya agar atlet-atlet potensial ini tetap kita jaga, kita bina, dan kita berikan perhatian agar mereka bangga membela Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
Subandi juga berpesan kepada seluruh pelatih dan atlet agar menjalani program latihan dengan disiplin, serius, serta mengikuti arahan pelatih. Persiapan menuju Porprov Jatim X Tahun 2027, menurutnya, harus dilakukan sejak dini dengan kerja keras dan kesungguhan.
“Anak-anakku para atlet, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Mari harumkan nama keluarga dan Kabupaten Sidoarjo. Kita harus punya semangat dan target untuk menjadi juara, minimal mampu mempertahankan posisi runner-up,” pesannya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap masa depan atlet, Subandi memastikan dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada pemberian bonus ketika atlet meraih prestasi. Pemkab Sidoarjo juga akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuka kesempatan beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi. Dukungan kesehatan melalui BPJS, pendampingan medis, serta kerja sama dengan rumah sakit juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan atlet selama latihan maupun pertandingan.
Di bidang ketenagakerjaan, Pemkab Sidoarjo akan mendorong keterlibatan perusahaan melalui Forum CSR yang telah dibentuk. Forum tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha, termasuk memberikan kesempatan kerja bagi atlet berprestasi setelah menyelesaikan masa aktifnya sebagai atlet.
“Kemarin kita sudah membentuk Forum CSR. Selanjutnya akan kita koordinasikan kebutuhan dan peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo. Harapannya, atlet-atlet berprestasi juga memiliki kesempatan untuk berkarier di dunia usaha,” ungkapnya.
Melalui Puslatkab yang dilaksanakan secara bertahap, KONI bersama Pemkab Sidoarjo berharap lahir kekuatan baru olahraga daerah. Dengan persiapan lebih awal, pembinaan berbasis prestasi, serta perhatian terhadap masa depan atlet, semangat The Golden Generation of Sidoarjo diharapkan mampu diwujudkan menjadi prestasi nyata. Sidoarjo pun memasang tekad besar untuk bersaing di papan atas dan merebut gelar juara umum Porprov Jatim 2027. (*)