Ruang komunikasi
eksekutif dan legislatif Kabupaten Sidoarjo merambah ke lapangan bola. Tidak
hanya di ruang-ruang rapat dan gedung pemerintahan, Pemkab Sidoarjo dan DPRD
Sidoarjo sepakat Main Bola Bareng di GOR Delta Sidoarjo pada Jumat sore (7
Agustus 2026). Sleeding, tendangan, sampai cetak gol masing-masing.
Komunikasi di
lapangan bola itu bertajuk Main Bola Bareng itu berlangsung asyik. Bupati
Sidoarjo Subandi memimpin tim Pemkab Sidoarjo. Ada para asisten, kepala-kepala
dinas serta badan, Satpol PP, sampai camat-camat. Wakil Bupati Mimik Idayana
dan Sekda Fenny Apridawati tidak ikut main. Main Bola Bareng ini khusus
laki-laki.
Sepanjang
pertandingan, Bupati Subandi terlihat lincah bermain. Gocekannya mampu mengecoh
pemain-pemain DPRD Sidoarjo. Tendangannya pun masih keras. Sesekali dia
terlihat terjatuh saat di-sleeding pemain DPRD. Berguling.
Tapi, dia tetap
tersenyum dan tertawa gembira. Pemain yang melakukan sleeding disalami. Kemudian,
Bupati Subandi berlari lagi dengan cepat. Dia masih kuat. Staminanya masih
panjang karena sudah terbiasa main bola.
Di tim DPRD
Sidoarjo, Ketua DPRD Abdillah Nasih berkolaborasi dengan Wakil Ketua DPRD Suyarno,
Gus Wawan, Anang Siswandoko, dan lain-lain. Mereka kompak bermain, kecuali soal
kostum. Rata-rata semua pakai celana pendek, sedangkan Abdillah Nasih tetap
pakai celana panjang. Jaga aurat.
Ketua Komisi C DPRD
Sidoarjo Choirul Hidayat dan Ketua Komisi D Dhamroni Chudlori juga hadir. Ikut
pula mereka bermain dalam fun game yang sangat jarang terjadi itu.
Dhamroni Chudlori
rajin berlari sepanjang pertandingan. Meski tubuhnya tidak langsing, gerakannya
gesit. Tendangannya keras. Dhamroni Chudlori bahkan sukses mencetak satu gol ke
gawang Pemkab Sidoarjo.
Dia terlihat berlari
cepat, lalu meloncat ala Cristiano Ronaldo, ”Shiuuuuuuuuuuu.” Penonton
pun bertepuk tangan.
Siapa wasitnya?
Tidak ada yang lebih pantas daripada sosok M. Bahrul Amig. Pejabat eselon II senior yang pernah malang
melintang di berbagai jabatan Pemkab Sidoarjo mampu memimpin pertandingan
sehingga berlangsung kondusif, aman, dan terkendali.
Lelaki yang kini
menjabat Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Pemkab Sidoarjo itu memimpin
dengan persuasif dan mediatif. Meski mengenakan hitam dan kaus putih, Bahrul
Amig tidak meniup peluit dengan keputusan hitam putih. Permainan bukan selalu
soal benar atau salah.
Pertandingan
memang selesai dengan skor 3-1 untuk tim DPRD Sidoarjo. Namun, yang penting,
pertandingan ini berjalan riang gembira. Lancar. Komunikasi yang bagus dan
saling pengertian adalah kuncinya.
Ketua DPRD
Kabupaten Sidoarjo Abidilah Nasih mengatakan, Main Bola Bareng ini memiliki
makna yang jauh lebih besar daripada sekadar olahraga bersama. Menurut dia,
sepak bola menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih harmonis antara
legislatif dan eksekutif. Sehingga, koordinasi dalam menjalankan pemerintahan
semakin baik.
”Kami ingin
komunikasi antara legislatif dan eksekutif dapat membangun harmonisasi. Karena
pemerintahan tidak harus selesai dengan acara formal,” ungkap Abdillah Nasih di
sela-sela pertandingan Main Bola Bareng.
Hubungan yang baik
antarpemangku kepentingan akan memberikan dampak positif bagi pembangunan
daerah. Dengan komunikasi yang terjalin lebih akrab, berbagai persoalan yang
dihadapi masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang
semakin efektif.
DPRD bersama
Pemkab Sidoarjo berencana menjadikannya sebagai kegiatan rutin yang digelar
setiap dua bulan sekali. Ke depan, kegiatan tersebut juga akan diperluas dengan
melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh
masyarakat.
Bupati Sidoarjo
Subandi mengatakan, kegiatan Main Bola Bareng menjadi salah satu cara yang
efektif untuk mencairkan suasana komunikasi. Lewat komunikasi yang baik akan
terbangun sinergi yang kuat dalam mengurus daerah.
”Olahraga bersama
seperti ini menjadi simbol kekompakan dan kerja sama yang kuat antara Pemerintahan
Kabupaten Sidoarjo dengan DPRD Sidoarjo,” ucapnya setelah Main Bola Bareng.
Bupati Subandi
mengatakan, DPRD merupakan mitra kerja Pemkab Sidoarjo dalam membangun daerah.
Pemkab fokus menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Di sisi lain,
DPRD Sidoarjo mengoptimalkan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara
konstruktif. Semua harus berjalan beriringan untuk kesejahteraan masyarakat.
”Sinergi dapat
dibangun melalui komunikasi yang terbuka, penyelarasan program kerja, serta
saling menghargai fungsi dan wewenang masing-masing dalam perencanaan,
penganggaran, dan pengawasan pembangunan daerah,” ujarnya. (*)